Ditulis oleh: H. KARJONO,S.Pd., M.Pd

2012-09-07 07.42.57Berdasarkan surat dari Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Nomor: 1442/C5/LL/2013 Perihal Pemberitahuan Pemilihan PTK Berprestasi dan Berdedikasi Pendidikan Dasar Tingkat Nasional Tahun 2013 yang disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia, diberitahukan hal-hal sebagai berikut:
1. Jadwal kegiatan Pemilihan PTK Berprestasi:
a. Tingkat Kabupaten Awal bulan Mei 2013
b. Tingkat Provinsi Awal bulan Juni 2013
c. Tingkat Nasional (15-22) Agustus 2013

2. Peserta PTK Berprestasi dan Berdedikasi tingkat nasional terdiri dari masing-masing juara I tingkat provinsi yakni (guru, Kepala Sekolah, Pengawas) SD, (guru, Kepala Sekolah, Pengawas) SMP, (guru, Kepala Sekolah, Pengawas)Pendidikan Khusus dan Guru SD Bededikasi. Khusus guru SD berdedikasi tiap provinsi mengirimkan 2 orang yakni satu laki-laki dan satu wanita. Guru SD berdedikasi adalah guru yang bertugas di daerah 4T3P (terpencil, Terisolir, Terluar, Terdepan, Perbatasan Pulau-Pulau Kecil, dan Pedalaman)

3. Batas akhir penerimaan dokumen berupa:
a. Portofolio
b. Karya Ilmiah (hard copy dan soft copy)
c. Soft Copy presentasi Karya Ilmiah (terpisah dari soft copy karya ilmiah)
diterima di Direktorat P2TK Dikdas paling Lambat hari Rabu tanggal 17 Juli 2013.

4. Alamat Pengiriman dokumen:
a. Dokumen Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SD Berprestasi ditujukan ke:
Subdit PTK SD
Direktorat P2TK Dikdas
Kompleks Kemdikbud Senayan
Gedung C Lantai 18
Jl. Jend. Sudirman, Senayan
Jakarta 10270
Tel/Fax: (021) 57853741, (021) 57851921

b. Dokumen Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SMP Berprestasi ditujukan ke:
Subdit PTK SMP
Direktorat P2TK Dikdas
Kompleks Kemdikbud Senayan
Gedung C Lantai 18
Jl. Jend. Sudirman, Senayan
Jakarta 10270
Tel/Fax: (021) 57851860

c. Dokumen Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SD Berdedikasi ditujukan ke:
Subdit PTK PKLK
Direktorat P2TK Dikdas
Kompleks Kemdikbud Senayan
Gedung C Lantai 18
Jl. Jend. Sudirman, Senayan
Jakarta 10270
Tel/Fax: (021) 5725558

pkgMenurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, penilaian kinerja guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya. Dalam hal ini adalah kompetensi yang sangat diperlukan bagi guru seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Penguasaan dan penerapan kompetensi sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran, pembimbingan peserta didik, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan yang sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah. Untuk itu, perlu dikembangkan sistem penilaian kinerja guru.

Instrumen Penilaian Kinerja Guru dapat di download di bawah ini, tingglak KLIK aja…
INSTRUMEN PKG

2013-03-06 10.52.58Dalam rangka mensosialisasikan kurikulum 2013, LPMP bekerjasama dengan forum MKPS, MKKS, KKKS se Provinsi Lampung melaksanakan seminar nasional revitalisasi peran guru dalam implementasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan di LPMP provinsi Lampung pada Rabu 6 Maret 2013. Acara dilaksanakan dengan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Edi Sutrisno ketua MKKS provinsilampung. Dalam sambutannya dilaporkan kepada PROF. Dr. SYAWAL GULTOM SEBAGAI Keynote Speaker bahwa pelaksanaan ini Latar belakang dilaksanakan seminar antara lain kekurngpahaman kurikulum 2013. selain itu ditanyakan bagaimana nasib guru TIK yang tidak ada dalam kurikulum 2013 padahal guru yang bersangkutan sudah sertifikasi. Laporan lain yang disampaikan adalah peserta seminar terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas yang ada di Provinsi Lampung.Lanjutan acara adalah sambutan kepala LPMP sebagi pejabat yang ditugaskan panitia untuk membuka acara seminar ini.

selanjutnya seminar diawali dengan menyanyikan lagu Hymne Guru yang liriknya ada perubahan sedikit.
Sebagai moderator dalam seminar pertama Dr. Ernawati, M.Pd yang dipercaya untuk mendampingi Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Isi pokok seminar ada tiga yakni:
1. Kurikulum 2013
2. Kondisi Guru
3. Peran Guru pada implementasi kurikulum
Pertama Prof. Gultom menyajikan hal2 yang seharusnya disampaikan kepesrta didik tapi selama ini belum ada dalam kurikulum. Selanjutnya menyampaikan kompetensi yang seharusnya belum diajarkan namun sudah ada dikurikulum. Lebih detail beliau menjelaskan Dimensi pengembangan kurikulum 2013 yang filosofinya: UU Sisdiknas Pasal 1 Butir 1 dan 2 yakni Hakikat Pendidikan utamanya adalah peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

Dalam rangka mensosialisasikan kurikulum 2013, LPMP bekerjasama dengan forum MKPS, MKKS, KKKS se Provinsi Lampung melaksanakan seminar nasional revitalisasi peran guru dalam implementasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan di LPMP provinsi Lampung pada Rabu 6 Maret 2013. Acara dilaksanakan dengan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Edi Sutrisno ketua MKKS provinsilampung. Dalam sambutannya dilaporkan kepada PROF. Dr. SYAWAL GULTOM SEBAGAI Keynote Speaker bahwa pelaksanaan ini Latar belakang dilaksanakan seminar antara lain kekurngpahaman kurikulum 2013. selain itu ditanyakan bagaimana nasib guru TIK yang tidak ada dalam kurikulum 2013 padahal guru yang bersangkutan sudah sertifikasi. Laporan lain yang disampaikan adalah peserta seminar terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas yang ada di Provinsi Lampung.Lanjutan acara adalah sambutan kepala LPMP sebagi pejabat yang ditugaskan panitia untuk membuka acara seminar ini.

selanjutnya seminar diawali dengan menyanyikan lagu Hymne Guru yang liriknya ada perubahan sedikit.
Sebagai moderator dalam seminar pertama Dr. Ernawati, M.Pd yang dipercaya untuk mendampingi Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Isi pokok seminar ada tiga yakni:
1. Kurikulum 2013
2. Kondisi Guru
3. Peran Guru pada implementasi kurikulum
Pertama Prof. Gultom menyajikan hal2 yang seharusnya disampaikan kepesrta didik tapi selama ini belum ada dalam kurikulum. Selanjutnya menyampaikan kompetensi yang seharusnya belum diajarkan namun sudah ada dikurikulum. Lebih detail beliau menjelaskan Dimensi pengembangan kurikulum 2013 yang filosofinya: UU Sisdiknas Pasal 1 Butir 1 dan 2 yakni Hakikat Pendidikan utamanya adalah peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

2012-09-06 08.08.50Dalam penilaian kinerja guru, salah satu kompetensi yang dinilai adalah kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar. Salah satu tujuannya untuk memudahkan guru dalam menyajikan materi ajar dalam proses pembelajaran dan memudahkan peserta didik untuk mempelajarinya, guru perlu mengorganisasikan materi ajar yang telah dikembangkan ke dalam bahan ajar. Manfaat menyusun bahan ajar adalah guru dapat mengembangkan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan dalam penyiapan perangkat pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar terkait dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional seperti yang tercantum dalam lampiran Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru bagian B. Guru sebagai pendidik profesional diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar sesuai
mekanisme yang ada dengan memperhatikan karakteristik dan lingkungan sosial peserta didik.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan berupa perangkat materi yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk belajar.

Jenis bahan ajar berupa:
a. Bahan ajar cetak(printed), antara lain hand out, buku, modul, poster, brosur, lembar kerja siswa (LKS), wallchart, foto atau gambar, dan leaflet;
b. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio;
c. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti compact disk video, film;
d. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).

Prinsip pengembangan bahan ajar adalah:

a. relevansi atau keterkaitan materi sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar
b. konsistensi atau keajegan, dimaksudkan jika kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik ada empat macam, maka bahan ajarnya pun harus empat macam
c. adekuasi atau kecukupan adalah kecukupan materi dalam bahan ajar untuk mencapai kompetensi seperti yang diajarkan oleh guru.
Secara lengkap juknis pengembangan bahan ajar dapat di download di bawah ini:
JUKNIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

2013-03-04 07.49.25Setelah mencoba desain analisis soal menggunakan excel, akhirnya bertambah wawasan tentang excel. Jujur, awalnya saya tidak tau tentang excel. Ceritanya begini: Suatu ketika saya keliling kelas melihat aktivitas belajar siswa, karena saya sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Saat itu guru TIK tidak hadir dan tidak beri tau saya, ketika saya masuk ke ruang LAB komputer terdengar suara ribut2, ternyata siswa sedang maen Game. Tidak sadar saya marah2 ke anak2 “bukannya belajar komputer malah maen game !!!” itu ucappanku. Seketika sebagian siswa kabuurrrr…. Ujungnya saya mendapatkan kertas satu lembar yang tertinggal miliki anak2 itu. Saya baca ternyata materi excel 2007. Saya baca sekilas dan seolah tidak percaya rumus2 yang ada ternyata logika matematika. Karena saya guru matematika maka saya mudah memahami hal tersebut.

Teringat masa kuliah sebagai asisten dosen komputer yang saat itu “BASIC” saya sedikit2 mengerti programnya. Dari situlah saya mencoba mengembangkan program aplikasi berbasil excel ini. Wal hasil sudah banyak program aplikasi yang sudah saya buat antara lain:
1. Program Analisis Soal Pilihan Gandan dan Uraian (ANAJOHN)
2. Program Penyusunan jadwal pelajaran (Jadwal-JOHN)
3. Program Nilai Raport (Raport-JOHN)
4. Program Sistem penilaian (LHB-JOHN)
5. Program Penilaian Kinerja Guru (PKG-JOHN)
6. Program Penilaian Angka kredit guru (PAK_JOHN)
7. Program Administrasi Siswa (ADM-JOHN)
8. Program Bendahara Sekolah (Acounting-JOHN)
9. Program Instrumen 8 Standar (BNSP-JOHN)
10. Progran Penulisan Ijazah (Ijazah-JOHN)

Untuk download silahkan klik pada pilihan Categories sebelah kanan ini.

Semoga bermanfaat

POS UN 2013Santernya isu-isu tentang Ujian Nasional tahun 2013 cukup membuat penyelenggara pendidikan menjadi was-was.
Isu yang muncul antara lain:
1. Ujian nasional akan diawasi oleh dosen dari perguruan tinggi setempat. Hal ini menjadi rasa was-was yang tinggi, karena dari pengalaman sebelumnya dengan diawasi oleh guru lain (silang) itu saja sudah membuat siswa “grogi” dalam mengikuti ujian nasional, apalagi jika yang mengawasi dari dosen yang sudah terbiasa menghadapi mahasiswa. Walaupun sebenarnya dosen juga manusia seperti guru silang. Tapi isu ini cukup serem dikalangan pendidik.
2. Soal terdiri dari 20 paket. Mengapa hal ini ditakuti???? Padahal jika siswa memang sudah menguasai materi dengan baik, mau dibuat 50 jenis soalpun juga tidak jadi masalah to!. Mengapa demikian? mungkin hal ini bisa menjadi renungan kita.

Mungkin PKG yang saat ini sedang digalakkan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi maslah di atas, kali ya!
Karena jika PKG ini dijalankan dengan benar, kayaknya guru Indonesia akan lebih baik (lebih profesional, lebih sejahtera.he he he)katanya begitu…

Untuk mengetahui apakah isu-isu di atas benar???
silahkan download POS UN 2013 di bawah ini, tinggal klik aja kok:
Peraturan-POS-UN-SD-Tahun-2013
Peraturan-POS-UN-SMPSMA-SMK-dan-UNPK-Tahun-2013
Tata-Tertib-Pengawas-Ujian-Nasional-TP-2012-2013

LHB-JOHN
Semua guru mulai 1 Januari tahun 2013 dituntut meningkatkan kinerjanya untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Ada 14 kompetensi guru mata pelajaran yang akan dinilai oleh kepala sekolah dan guru senior yang telah memenuhi persyaratan. Salah satu kegiatan guru yang sering kurang pas adalah dalam membuat laporan hasil belajar siswa. Data nilai tugas, nilai ulangan harian, nilai mid semester dan nilai ulangan akhir semester masih berantakan. Nilai raport yang diberikan terkadang tidak proporsional dari masing-masing nilai tugas, nilai ulangan harian, nilai mid semester dan nilai ulangan akhir sekolah. Yang lebih memprihatinkan adalah guru yang memberikan nilai raport dengan cara menggunakan “senapan” yakni main tembak aja, he he he. Apa ada ya….

Setelah saya membuat program aplikasi ANAJOHN yakni program aplikasi analisis soal ilihan ganda dan unraian sekaligus, dan telah digunakan lebih dari 1000 guru di Indonesia. Pada umumnya temen2 guru mengusulkan sebuah aplikasi untuk menyusun nilai raport yakni kumpulan dari nilai tugas, nilai ulangan harian (uji blok), nilai mid semester, nilai langan akhir sekolah. Nah sekarang aplikasi itu sudah jadi yang saya beri nama LHB-JOHN tinggal download di bawah ini:
LHB-JOHN

Gupres 2012

Semua guru tentunya sudah memahami tentang kisi-kisi soal. Sebelum menyusun soal maka seharusnya seorang guru menyusun kisi-kisi soal berdasarka indikator-indikator yang telah disusun dalam silabus. Sehingga soal yang dibuat dapat menguji kemampuan teste (peserta tes) dari semua indikator telah ditentukan. Memang panjang jalurnya akan tetapi hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan soal yang baik. Itupun sebelum soal digunakan harus di uji coba terlebih dahulu dan dianalisis untuk mengetahui reliabilita, validitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal (jika anda menginginkan sowtware analisis soal silahkan download dengan membuka kategori analisis soal sebelah kanan ini).

Kisi-kisi Ujian nasional baik SD, SMP, SMA, maupun SMK saat ini sudah disosialisasikan untuk dapat dipelajari guru maupun siswa. Dengan adanya kisi-kisi soal ini guru akan dapat lebih fokus membimbing siswa untuk menghadapi ujian nasional tahun 2013 ini. Kabar yang sudah menyebar, bahwa soal ujian nasional tahun 2013 terdiri dari 20 soal yang berbeda. Mengingat peserta ujuan setiap ruangan maksimal terdiri dari 20 peserta, maka setiap siswa dalam satu ruangan akan mendapatkan soal yang berbeda yang tentunya kisi-kisinya sama. Dari pengalaman sebelumnya, soalnya sama hanya nomor urutnya yang berbeda hal ini bertujuan untuk menghindari kecurangan siswa dengan mencontek teman sebelahnya.

Yang perlu dipahami dan harus diupayakan adalah siswa menguasai konsep sehingga siswa benar-benar dapat mengerjakan soal dengan benar. Salah satu usaha yang harus dilakukan guru adalah BEDAH SKL. Dengan cara bedah SKL ini akan memudahkan guru untuk membimbing siswa menuju keberhasilan yang hakiki, bukan untuk meluluskan siswa dengan hal yang kurang terpuji tapi mendorong siswa untuk lulus dengan kemampuannya sendiri. Untuk mendownload kisi kisi soal silahkan klik di bawah ini:
KISI-KISI UN SD/MI tahun 2013
KISI-KISI UN SMP/SMPLB tahun 2013
KISI-KISI UN SMA/MA tahun 2013
KISI-KISI UN SMK tahun 2013